Dunia elektronik secara harfiah bergantung pada arus searah (DC). Arus bolak-balik tidak aman untuk sebagian besar perangkat elektronik yang sensitif. Namun, jika tidak menggunakan baterai, arus bolak-balik terlebih dahulu diubah menjadi arus searah. Yang kemudian menjadi sesuai untuk digunakan dalam perangkat. Tetapi tidak semua perangkat menggunakan tingkat tegangan DC yang sama. Setiap perangkat, bahkan setiap komponen pada PCB, membutuhkan tingkat tegangan yang berbeda. Untuk lebih memahami cara kerja perangkat ini, penggunaan simbol tegangan DC sangat penting.
Anda bisa memikirkan mobil listrik, panel surya, dan beberapa peralatan portabel yang membutuhkan tegangan lebih tinggi. Di sisi lain, sensor, jam tangan, dan alat pacu jantung membutuhkan tingkat tegangan rendah.
Semua perangkat modern ditenagai oleh PCB yang kompleks. Jika Anda mengamatinya, Anda akan menemukan bahwa PCB terdiri dari berbagai komponen, seperti kapasitor, resistor, dan IC. Pada kenyataannya, setiap komponen ini tidak dapat beroperasi pada tegangan yang sama. Sebaliknya, mereka menggunakan tingkat tegangan yang berbeda yang dikendalikan oleh berbagai resistor.
Artikel ini membahas bagaimana simbol tegangan DC digunakan pada PCB dan multimeter. Anda akan mengenal beberapa jenis simbol tegangan DC yang umum. Anda juga akan mempelajari perbedaan antara tegangan AC dan tegangan DC.
Memahami Tegangan DC dan Daya DC pada PCB?
PCB, atau papan sirkuit tercetak, beroperasi menggunakan arus searah. Arus ini terutama berwarna hijau (beberapa berwarna merah atau biru) di dalam sebagian besar perangkat elektronik. Tugas utamanya adalah menghubungkan semua komponen dan memastikan seluruh perangkat berfungsi dengan baik.
Arus searah (DC) hanya mengalir dalam satu arah. Arus ini tidak berubah bolak-balik. Tidak seperti arus bolak-balik, arus searah tidak mengubah polaritas. Oleh karena itu, arus searah ideal dan dianggap aman untuk perangkat elektronik.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bagian-bagian PCB yang berbeda mungkin memerlukan tingkat tegangan yang berbeda. Misalnya, dalam rangkaian yang kompleks, prosesor mungkin memerlukan tegangan yang lebih rendah, sementara penggerak motor mungkin memerlukan tegangan yang lebih tinggi. Jadi, bagaimana Anda tahu komponen mana yang membutuhkan tingkat tegangan berapa? Perbedaan ini harus ditunjukkan dengan jelas, dan ini dilakukan melalui simbol. Simbol tegangan DC menunjukkan dari mana daya berasal dan ke mana daya itu pergi. Biasanya, simbol ini membuat rangkaian lebih mudah dibaca.
Anda mungkin juga melihat simbol volt DC di samping angka seperti 5V atau 12V. Simbol ini menunjukkan tegangan yang tepat. Selain itu, tanda tegangan DC juga menunjukkan polaritas. Ini menunjukkan sisi mana yang positif dan sisi mana yang negatif. Jika polaritas salah, komponen dapat rusak.

Aplikasi Tegangan DC
Tegangan DC adalah salah satu tegangan suplai yang paling banyak digunakan dalam aplikasi sehari-hari. Penggunaannya yang luas mencakup berbagai perangkat, mulai dari ponsel dan laptop hingga pengontrol dan sensor kecil.
Saat ini, kendaraan listrik modern beroperasi menggunakan daya DC. Bahkan kendaraan berbahan bakar minyak atau gas pun membutuhkan baterai untuk menghidupkan mesin. Panel instrumen dan pengontrolnya juga bergantung pada daya DC.
Panel surya menghasilkan tegangan DC dari sinar matahari. Baterai menyimpan energi sebagai tegangan DC dan menyediakannya saat dibutuhkan. Perangkat medis, seperti alat pacu jantung dan monitor jantung, juga bergantung pada daya DC.

Apa simbol untuk tegangan DC?
Simbol tegangan DC diakui secara internasional. Namun, simbol ini dapat muncul dalam berbagai bentuk. Jenis simbol tegangan DC bergantung pada konteks penggunaannya.
Simbol tegangan DC yang paling umum adalah garis lurus di atas garis putus-putus. Simbol ini didasarkan pada standar internasional untuk perangkat daya DC. Simbol ini sering digunakan pada catu daya dan perangkat elektronik.
Dalam diagram rangkaian, simbol baterai adalah tanda yang sangat umum untuk tegangan DC. Terkadang menggunakan tanda plus-minus, dan terkadang hanya menggunakan dua garis paralel. Di sini, garis yang lebih panjang adalah positif, sedangkan garis yang lebih pendek adalah negatif.
Sumber arus searah (DC) juga dapat digambarkan sebagai lingkaran dengan tanda plus dan minus. Pada alat ukur, simbol tegangan DC ditunjukkan di dekat tanda V.
Simbol Tegangan DC Standar yang Digunakan dalam Diagram Skematik
Di berbagai perangkat elektronik, Anda mungkin menemukan empat jenis simbol tegangan DC yang signifikan. Simbol-simbol ini tidak mewakili jenis informasi yang sama. Sebaliknya, beberapa simbol mewakili sumber tegangan. Sementara itu, beberapa simbol lainnya menunjukkan polaritas atau titik referensi.
Sebagai contoh, jika Anda mempertimbangkan sumber daya baterai, Anda akan menemukan bahwa cara kerjanya tidak sama dengan catu daya DC yang teregulasi. Selain itu, simbol ground tidak menunjukkan sumber daya.
Simbol Tegangan DC Dasar
Di antara keempat simbol tersebut, garis lurus dengan garis putus-putus adalah yang paling umum. Simbol ini mengikuti simbol V dan terutama menunjukkan tegangan DC. Garis penuh pada simbol tersebut mewakili sisi positif. Di sisi lain, garis putus-putus mewakili sisi negatif atau sisi ground.
Anda dapat menemukan simbol-simbol tegangan DC ini pada perangkat bertegangan rendah. Simbol ini juga digunakan dalam tata letak rangkaian sederhana dan banyak skema catu daya.

Simbol Polaritas (+/-)
Tanda polaritas adalah jenis simbol tegangan DC yang paling umum berikutnya. Simbol ini banyak digunakan pada IC, dioda, dan LED.
Tanda plus (+) pada tanda polaritas menunjukkan terminal positif, dan tanda minus (-) menunjukkan terminal negatif. Dengan tanda ini, Anda dapat memahami ke arah mana aliran listrik mengalir. Jika Anda secara tidak sengaja membalikkannya, hal itu dapat merusak komponen pada LED atau IC.
Simbol Baterai dan Sumber Arus Searah
Simbol baterai memiliki dua garis sejajar dengan panjang berbeda. Sisi yang lebih panjang mewakili terminal positif. Di sisi lain, garis yang lebih pendek mewakili terminal negatif. Simbol ini juga menggambarkan sel seri, yang ditunjukkan sebagai lingkaran dengan tanda.
Simbol tegangan DC semacam ini sering digunakan dalam rangkaian yang ditenagai oleh baterai. Banyak perangkat portabel dan diagram skematik juga menggunakannya.
Simbol Tanah dan Referensi
Simbol pentanahan tidak menunjukkan voltase; simbol tersebut menunjukkan di mana rangkaian tersebut dihubungkan ke pentanahan. Tanda tersebut menampilkan garis vertikal.
dan tiga garis horizontal. Sebenarnya, simbol ground juga memiliki berbagai jenis. Tanda yang paling umum digunakan adalah ground sasis, ground bumi, dan ground tunggal. Simbol tegangan DC semacam ini sering digunakan dalam tata letak PCB dan pengaturan pengujian.
Label Tegangan DC dan Nama Jaringan pada Skema
Label adalah teks singkat dan ringkas yang menunjukkan tingkat daya yang tepat, seperti +5V dan +12V. Di sisi lain, nama jaringan adalah titik di mana beberapa kabel terhubung, dan semuanya memiliki potensial yang sama. Misalnya, semua kabel pada 5V disebut VCC atau +5V.
Pada diagram skematik, Anda umumnya memerlukan label tegangan DC dan nama net. Keduanya membantu mengidentifikasi berbagai bagian rangkaian.
Nama dan label pada rangkaian sangat penting untuk pengujian. Anda dapat mengetahui tegangan node yang tepat dengan bantuan simbol-simbol ini. Hal ini juga meminimalkan kesalahan dan membuat rangkaian lebih aman untuk digunakan.
Representasi Tegangan DC Multimeter
Multimeter digital adalah cara yang aman dan mudah untuk mengukur tegangan DC. Pada sebagian besar multimeter digital, bagian tegangan AC dan DC terpisah. Biasanya, bagian tegangan DC berada di sebelah kiri. Bagian ini diberi label V dengan garis lurus dan garis putus-putus. Di sini, Anda dapat melihat angka mulai dari 200m hingga 1000. 200m mewakili 200mV, dan 1000 untuk 1000V.
Saat memeriksa tegangan DC, atur tombol putar ke pengaturan tegangan DC. Dalam hal ini, selalu atur tegangan ke tingkat tegangan terdekat pada peralatan. Misalnya, Anda akan mengukur baterai atau rangkaian 12V terdekat. Pada multimeter digital, pilih 20V sebagai tegangan referensi. Jika Anda memilih 200V, Anda tidak akan mendapatkan data aktual. Atau, jika Anda memilih 2000m atau 2V sebagai garis referensi, Anda akan melihat 'OL' atau 'melebihi batas'.
Anda juga harus berhati-hati dengan posisi probe. Biasanya, multimeter digital memiliki dua probe. Satu berwarna hitam, dan yang lainnya berwarna merah. Perhatikan bahwa probe hitam harus dihubungkan ke Port COM dan yang merah ke port “V”. Beberapa multimeter digital memiliki tiga port: satu untuk COM dan dua untuk AC dan DC. Jika Anda memiliki perangkat ini, Anda harus memasukkan probe yang benar ke port yang tepat sebelum melakukan pengukuran.
Tegangan DC vs Tegangan AC
Baik arus bolak-balik (AC) maupun arus searah (DC) banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita menggunakan AC di rumah untuk menjalankan lemari es, kompor, lampu, dan mesin. Kita juga menggunakan AC untuk menjalankan banyak perangkat elektronik bertenaga DC. Namun, AC terlebih dahulu diubah menjadi DC. Misalnya, pengisi daya ponsel, CPU komputer, monitor, TV, dan sebagainya.
Tabel berikut menunjukkan perbedaan antara tegangan DC dan tegangan AC.
| Fitur | Tegangan DC | Tegangan AC |
| Arah aliran | Hanya satu arah | Bergantian arah terus menerus |
| sumber | Baterai, panel surya, adaptor DC | Listrik utama, generator |
| Символ | Garis lurus atau “V⎓.” | Garis bergelombang (~) |
| Tingkat Tegangan | Konstan atau stabil | Berubah secara berkala |
| Storage | Dapat disimpan dalam baterai | Tidak mudah disimpan |
| Aplikasi | Elektronik, sensor, motor | Peralatan rumah tangga, mesin industri |
| Measurement | Multimeter dengan pengaturan DC | Multimeter dengan pengaturan AC |
Ringkasan
Tegangan DC adalah aliran listrik kontinu dalam satu arah. Simbol-simbol ini membantu kita mengidentifikasinya pada skema dan PCB. Simbol ini menunjukkan tingkat tegangan yang akurat, seperti 5V atau 12V. Selain itu, lambang tersebut menunjukkan polaritas, sehingga Anda dapat mengetahui terminal mana yang positif dan mana yang negatif.
Oleh karena itu, praktik ini mencegah kesalahan dan membuat rangkaian mudah dipelajari. Anda dapat menggunakan alat seperti multimeter untuk mengukur tegangan secara akurat. Setelah memahami simbol-simbolnya, Anda dapat memilih komponen yang tepat untuk PCB.
Jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menghubungi kami. tim dukungan pelangganKami memiliki tim yang ramah dan selalu siap membantu. siap untuk membantu Anda.




